pilihan +INDEKS
Komite Sekolah Soroti Penghentian Operasional SPPG Kota Bangun, Minta BGN Lakukan Evaluasi
KAMPAR, RIAU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mengalami kendala setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bangun menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu terhitung mulai Senin (08/06/2026).
Informasi penghentian operasional tersebut pertama kali beredar melalui pesan WhatsApp yang diterima sejumlah pihak sekolah serta sebagian orang tua siswa penerima manfaat program MBG. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa operasional dapur SPPG Kota Bangun dihentikan sementara akibat keterlambatan pencairan dana Bantuan Pemerintah (Banper).
- Truk Muatan Eucalyptus Pernah Tumbang Saat Parkir, Pagar SMPN 1 Lipat Kain Rusak: Kepsek Sebut Di Bahu Jalan Ada 'Gun Kobau'
- Tak Ada Respon! Diduga Kades Ludai Sembunyikan Realisasi Anggaran: Sosialisasi Anti Korupsi Desa di Pertanyakan?
- Dugaan 'Menguap' Dana BOS: Usai Sorotan Etika Mencuat Namun BPKSDM dan Disdik Kabupaten Kampar Terindikasi 'Main Mata', Anggaran SDN 007 Ludai Tuai Tanda Tanya Besar?
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Media, penghentian operasional tersebut juga tertuang dalam sebuah Berita Acara yang ditandatangani Kepala SPPG Kota Bangun, Robi Anggara, SE, bersama Ratna Hasibuan selaku PIC Mitra.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa SPPG Kota Bangun yang beralamat di Desa Kota Bangun, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, memutuskan menghentikan kegiatan operasional mulai tanggal 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
Keputusan tersebut diambil karena dana Banper untuk periode 8 Juni hingga 20 Juni 2026 mengalami keterlambatan pencairan. Selain itu, sejumlah kewajiban pembayaran bahan baku serta biaya operasional pada periode sebelumnya juga disebutkan belum terselesaikan.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional dan menyasar Ribuan peserta didik di sejumlah sekolah dan penerima manfaat lainnya seperti Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui dalam wilayah layanan SPPG Kota Bangun.
Menanggapi penghentian operasional tersebut, Ketua Komite SMPN 5 Tapung Hilir dan SDN 014 Kota Bangun, Nefrizal Pili mewakili orangtua siswa meminta pihak pengelola SPPG Kota Bangun menunjukkan keseriusan dan profesionalisme dalam menjalankan program MBG.
Menurutnya, keterlambatan pencairan dana operasional Bantuan Pemerintah yang berujung pada terhentinya layanan MBG perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Ia menilai kemungkinan terdapat persoalan dalam kesiapan administrasi maupun manajemen pengelolaan yang perlu segera dibenahi agar program tidak terganggu.
"Kami berharap pihak SPPG Kota Bangun dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait kendala yang terjadi. Program MBG ini menyangkut kepentingan banyak siswa sehingga keberlanjutan pelaksanaannya harus menjadi perhatian utama," ujar Nefrizal.
Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan beberapa SPPG lain yang hingga saat ini masih dapat menjalankan program MBG secara normal meskipun menghadapi tantangan yang sama dalam pelaksanaannya.
"Ada SPPG lain yang tetap beroperasi dan mampu menjalankan program MBG di wilayahnya masing-masing. Karena itu, perlu diketahui apa yang sebenarnya terjadi di SPPG Kota Bangun sehingga operasional harus dihentikan sementara," tambahnya.
Selain itu, Nefrizal yang juga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Media Redaksi86 meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah tingkat Kabupaten maupun Provinsi untuk melakukan pengawasan dan evaluasi secara lebih intensif terhadap pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, BGN perlu memastikan seluruh satuan pelayanan memiliki kesiapan administrasi, keuangan, serta manajemen operasional yang memadai agar tidak terjadi gangguan pelayanan yang berdampak pada siswa penerima manfaat.
Nefrizal berharap persoalan keterlambatan pencairan dana tersebut dapat segera diselesaikan sehingga operasional SPPG Kota Bangun kembali berjalan normal dan distribusi makanan bergizi kepada para siswa dapat dilanjutkan tanpa hambatan," pungkasnya berharap.**
Laporan : Tim Redaksi
Berita Lainnya +INDEKS
Masyarakat Apresiasi Sorotan Media, Desak Pemkab Kampar Tindaklanjuti Kasus Rangkap Jabatan Oknum Inisial AB
KAMPAR KIRI, RIAU – Pemberitaan mengenai dugaan.
Bupati Kampar Dinilai Lemah, Kades FD Disorot Kuasai Desa Ludai, Diduga Dilindungi karena Kedekatan Emosional!
KAMPAR KIRI HULU, RIAU – Pemerintah Kabupaten K.
Bupati Kampar Dinilai Lemah, Skandal Guru PPPK, Nepotisme Desa Ludai, hingga Isu Pengatasnamaan Nama Anggota DPR RI Jadi Sorotan
KAMPAR KIRI HULU, RIAU – Sejumlah isu dan perma.
Mediasi Alot di Kebun Sawit Kota Garo, FPPM Minta Kejelasan Legalitas Pengelolaan Lahan 320 Hektare
KAMPAR, RIAU – Forum Pemuda Perjuangan Masyarak.
Belum Usai, Skandal Pasangan Oknum Guru PPPK dan Indikasi Tatanan Pemerintahan Desa Ludai Jadi Sorotan Tajam!!!
KAMPAR, RIAU – Dugaan pelanggaran etika berat y.
Kolaborasi Tiga Pilar: Hadir Nyata Demi Kesejahteraan Petani Panen Raya Jagung Pipil Distribusikan ke Bulog
KAMPAR KIRI, RIAU – Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan me.







