pilihan +INDEKS
PLT Camat Sidak, Sekdes Tanjung Harapan Sering Mangkir, Kantor Tak Punya Bendera & Sampah Berserakan!
KAMPAR, RIAU – Pelaksana Tugas (PLT) Camat Kampar Kiri, Sri Nuryani S.ST, didampingi jajaran melakukan kunjungan kerja dan pemantauan ke sejumlah desa, termasuk Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Kampar.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa, Saripuddin S.Pd.I., bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa. Namun, situasi berubah menjadi sorotan tajam saat ditemukan sejumlah fakta ironis yang mencoreng wajah pemerintahan desa tersebut.
Pertama, ditemukan fakta bahwa Sekretaris Desa beserta staf dinyatakan tidak berada di tempat pada saat kunjungan berlangsung, padahal masih dalam jam operasional pelayanan. Ketidakhadiran ini bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kondisi serupa sering terjadi dan menjadi keluhan masyarakat karena pelayanan sering kali terhenti atau terbengkalai.
Ironisnya lagi, saat rombongan tiba, terlihat jelas bahwa halaman kantor desa tidak memiliki tiang bendera, bahkan tidak tersedianya bendera kebangsaan Merah Putih sebagai simbol negara Republik Indonesia.
Dalam pengecekan tersebut, PLT Camat Kampar Kiri, Sri Nuryani S.ST, juga menyoroti kondisi fisik lingkungan kantor yang sangat memprihatinkan.
"Sangat disayangkan, kami melihat sampah berserakan di sekeliling kantor desa. Padahal, kantor desa adalah wajah pemerintahan yang harusnya terjaga kebersihannya, nyaman, dan layak sebagai tempat pelayanan publik," tegas Sri Nuryani.
Menurutnya, kebersihan lingkungan kerja merupakan cerminan dari disiplin dan budaya kerja aparat di desa tersebut.
Menurut Kepala Desa Tanjung Harapan, Saripuddin S.Pd.I., saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan kedatangan pihak kecamatan untuk melakukan pengecekan langsung.
"Memang benar, Ibu Camat Kampar Kiri beserta rombongan langsung berkunjung kedinasan ke desa kami. Dan inilah yang didapati setelah adanya kunjungan kerja tersebut," ujar Saripuddin.
Lebih lanjut, Saripuddin menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Ia sepakat akan lebih menegakkan kedisiplinan terhadap kinerja Sekretaris Desa beserta staf di kantor.
"Kami sepakat dan berkomitmen akan lebih mendisiplinkan kinerja Sekretaris Desa beserta staf. Ke depannya, kami akan melakukan evaluasi sesuai peraturan yang berlaku demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Tanjung Harapan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Tanjung Harapan menyampaikan kesan dan pesannya terkait kunjungan tersebut. Ia menilai kedatangan pihak kecamatan sangat positif dan menjadi kontrol pembangunan.
"Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan kerja Ibu Camat Kampar Kiri. Ini menjadi masukan yang sangat berharga dan sekaligus 'kaca mata' bagi kami untuk melihat kekurangan yang ada selama ini," ungkapnya.
Ia pun berharap temuan di lapangan menjadi awal perbaikan.
"Kesan kami, kunjungan ini sangat bermakna karena membuka mata kita semua. Pesan saya, semoga temuan seperti perangkat yang tidak hadir, kelengkapan fasilitas termasuk simbol negara, serta kebersihan lingkungan bisa segera diperbaiki. Kami dari BPD juga akan mendukung penuh upaya penegakan disiplin dan evaluasi kinerja demi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," tegasnya.
Kondisi ini menuai kritik pedas dari warga masyarakat setempat. Salah satu warga Desa Tanjung Harapan, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah sangat sering mengalami kesulitan saat mengurus administrasi kependudukan maupun surat-menyurat lainnya.
"Sudah menjadi rahasia umum, kalau mau ke kantor desa sering kosong. Sekdes dan staf jarang ada di tempat saat jam kerja, sehingga urusan masyarakat jadi terbengkalai dan harus bolak-balik. Apalagi kondisi lingkungan yang kotor, membuat kami merasa tidak nyaman," keluhnya.
Warga juga menyesalkan ketiadaan bendera Merah Putih di kantor desa. Menurutnya, hal tersebut sangat memalukan dan menunjukkan kurangnya rasa cinta tanah air dari aparatur desa.
Di sisi lain, kedatangan dan kepedulian PLT Camat Kampar Kiri untuk turun langsung meninjau kondisi desa mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari masyarakat. Warga merasa sangat terbantu dan berterima kasih karena selama ini keluhan mereka akhirnya didengar dan dilihat langsung oleh atasan.
"Kami masyarakat Desa Tanjung Harapan sangat mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Camat. Terima kasih sudah mau meluangkan waktu, datang langsung, dan peduli terhadap situasi serta kondisi desa kami," ujar salah satu warga.
Menurutnya, kehadiran Ibu Camat menjadi angin segar dan harapan baru agar pelayanan di desa bisa segera membaik.
"Kami sangat senang dan berterima kasih karena Ibu Camat begitu perhatian. Semoga dengan adanya kunjungan dan inspeksi mendadak ini, semua kekurangan yang ada bisa segera diperbaiki, dan nantinya pelayanan kepada masyarakat bisa menjadi lebih baik dan maksimal seperti yang kami harapkan selama ini," tambahnya dengan penuh harap.
Sementara itu, seorang pengamat sosial atau pemerhati pemerintahan desa di Kabupaten Kampar menilai kondisi di Desa Tanjung Harapan merupakan indikasi lemahnya manajemen internal dan pengawasan kinerja aparatur.
"Ini sangat ironi. Mulai dari ketidakhadiran pejabat, tidak adanya simbol negara, sampai lingkungan yang kotor. Ini menunjukkan rendahnya standar pelayanan minimal di desa tersebut," ungkapnya.
Menurutnya, ketidakhadiran aparat saat jam dinas bukan hanya soal pelanggaran disiplin, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap amanah yang diberikan masyarakat.
"Kepala Desa harus tegas. Janji untuk mendisiplinkan dan mengevaluasi harus dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika. Jika dibiarkan, pelayanan publik tidak akan pernah membaik dan kepercayaan masyarakat akan hilang," pungkasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Listrik Puskesmas Kuntu Padam, Tony Hidayat: Jangan Main Putus!
KAMPAR, RIAU – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten K.
Listrik Puskesmas Kuntu di Putus: Dinamika Kegagalan Komunikasi di Dua Sisi?
KAMPAR, RIAU – Insiden pencopotan alat ukur lis.
Tindakan Tegas atau Terlalu Ekstrem? PLN Lipat Kain Copot Meteran Puskesmas Kuntu, Tunggakan Disebut Cuma 'Hitungan Hari'!
KAMPAR, RIAU – Langkah yang diambil oleh Unit L.
Tunggakan Belum Dilunasi, PLN Copot Kwh Meter di Gedung Puskesmas Kuntu: PLT.Kadinkes Pinta Kapus Selesaikan Segera!
KAMPAR, RIAU – Petugas Unit Layanan Pelang.
Pembinaan dan Penguatan Kapasitas: Camat Kampar Kiri Kunjungi Desa Sungai Liti
KAMPAR KIRI, RIAU | Kali.







