pilihan +INDEKS
JAUH, TERJAL, TANPA SINYAL — KAPOLRES KAMPAR PIMPIN LANGSUNG PEMADAMAN DAN PENDINGINAN KARHUTLA DI KAMPAR KIRI
KAMPAR, RIAU — Jarak yang jauh, medan perbukitan yang terjal, akses sulit, hingga ketiadaan jaringan komunikasi tak menyurutkan langkah Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K. bersama tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Sungai Buyau, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.
Kapolres Kampar bahkan turun langsung memimpin operasi pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran yang menghanguskan lahan sekitar 3 hektare tersebut, Rabu (9/9/2026).
Operasi berlangsung selama kurang lebih sembilan jam, mulai pukul 08.30 WIB hingga 17.30 WIB. Tim harus berjibaku dengan kondisi medan yang berat untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Lokasi kebakaran berada di koordinat 0°09'38.05" S, 101°10'32.52" E (-0.16057, 101.1757), atau sekitar 30 kilometer dari Polsek Kampar Kiri.
Jarak tersebut menjadi tantangan tersendiri. Lokasi berada di kawasan perbukitan dengan medan cukup terjal dan akses jalan yang sulit. Kondisi semakin berat karena tidak tersedia jaringan komunikasi maupun sinyal telepon seluler, sehingga koordinasi dan pelaporan dari lokasi menjadi sangat terbatas.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan Kapolres Kampar untuk berada langsung di garis depan bersama personel yang dikerahkan.
Lahan yang terbakar diketahui memiliki karakteristik tanah semi-gambut. Vegetasi di sekitar lokasi terdiri atas jalur tumpukan stek, semak belukar, kebun sawit, hingga kawasan hutan.
Sumber air juga menjadi persoalan. Tim hanya mengandalkan satu aliran sungai dengan debit terbatas. Karena itu, proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara bergantian dan seefisien mungkin untuk memastikan seluruh area terdampak benar-benar basah dan tidak menyisakan bara.
Sementara status lahan disebut merupakan klaim masyarakat. Identitas pemilik lahan masih dalam tahap penyelidikan.
36 PERSONEL TURUN KE LOKASI
Penanganan Karhutla kali ini melibatkan 36 personel. Mereka terdiri atas 20 personel Polres Kampar, 11 personel Polsek Kampar Kiri, dua personel PT PSPI, serta tiga personel PT RAPP Sektor Logas.
Meski tidak mendapat dukungan personel dari TNI, BPBD maupun Manggala Agni, kekuatan yang tersedia tetap dikerahkan secara maksimal.
Peralatan yang digunakan terdiri atas 13 unit kendaraan roda dua, lima unit kendaraan roda empat, tiga unit mesin Ministrek, tiga unit nozzle, serta 45 gulung selang berukuran 1,5 inci.
Seluruh peralatan tersebut harus dibawa dan dioperasikan dengan menyesuaikan kondisi medan yang sulit.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, keterbatasan medan dan fasilitas bukan alasan untuk menghentikan upaya pemadaman.
“Kami menempuh perjalanan penuh rintangan, jalan yang jauh, medan yang terjal, sinyal yang hilang, dan air yang terbatas. Namun semangat kami untuk menyelamatkan alam tidak pernah surut. Hari ini kami datang bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang hidup dan merusak bumi kita,” tegasnya di lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi sulit justru menjadi bagian dari pengabdian personel di lapangan.
“Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk menyerah. Justru di sinilah semangat pengabdian kita diuji. Semakin sulit medannya, semakin besar tekad kita untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Green Policing bukan sekadar program, melainkan bukti nyata bahwa Polri hadir hingga ke pelosok paling sulit sekalipun,” tambah Boby.
PADAMKAN API, LAKUKAN PENDINGINAN DAN BUAT SEKAT API
Di bawah arahan langsung Kapolres Kampar, tim melakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan kebakaran.
Selain menerobos akses menuju lokasi, personel melakukan pemadaman sekaligus pendinginan secara menyeluruh di area sekitar 3 hektare. Dengan keterbatasan sumber air, setiap penggunaan air dilakukan secara terukur dan bergantian.
Tim juga membuat sekat api secara manual untuk mencegah kobaran maupun bara merambat ke kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.
Proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersimpan di dalam tanah maupun tumpukan vegetasi yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Setelah berjibaku selama sekitar sembilan jam, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pada pukul 17.30 WIB, api berhasil dipadamkan dan seluruh rangkaian pendinginan dinyatakan selesai. Tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap di area yang terbakar.
Kondisi lahan dipastikan telah dingin dan relatif aman dari potensi munculnya kembali api.
Seluruh kegiatan penanganan Karhutla berakhir dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Penanganan Karhutla di wilayah terpencil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan akses, medan berat, jarak tempuh maupun minimnya fasilitas tidak menjadi penghalang bagi upaya pemadaman.
Kehadiran langsung Kapolres Kampar bersama personel di lokasi menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Berita Lainnya +INDEKS
Polsek Tapung Imbau Sopir Truk Tutup Bak, Cegah Tanah Timbunan Berserakan di Jalan
KAMPAR, RIAU — Jajaran Polsek Tapung melakukan .
Cegah Dampak Kabut Asap, Polsek Bangkinang Kota dan Puskesmas Muara Uwai Bagikan Masker Gratis
KAMPAR – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah w.
Sambut HUT RI ke-81, Polsek Kampar Kiri Bagikan dan Pasangkan Bendera Merah Putih di Rumah Warga
KAMPAR KIRI, RIAU — Semangat menyambut Hari Ula.
Jelang HUT ke-81 RI, Polsek Tapung Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga Desa Petapahan
Tapung, Kalimatrepublik.com - Menyambut Hari Ulang Ta.
Karhutla Lahan Gambut Meluas di Kualu Nenas, Kapolres Kampar Turun Langsung Pimpin Penanganan
KAMPAR – Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadh.
Pasca Kebakaran Asrama Ponpes Syekh Burhanuddin, Kapolres Kampar Datang Langsung Sampaikan Simpati dan Bantuan
KAMPAR KIRI, RIAU – Musibah kebakaran menimpa P.







