pilihan +INDEKS
Tokoh Masyarakat Kenegerian Gunung Sahilan: Jika Serius Berantas PETI, Mari Sisir Sepanjang Sungai Tesso Bersama Masyarakat!
GUNUNG SAHILAN, RIAU – Dukungan terhadap langkah Polres Kampar dalam melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Gunung Sahilan juga disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kenegerian Gunung Sahilan.
Ia mengapresiasi upaya yang telah dilakukan jajaran Polres Kampar dalam menertibkan aktivitas PETI. Namun, menurutnya, apabila penegakan hukum benar-benar bertujuan memberantas PETI hingga tuntas, maka penindakan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat yang mengetahui kondisi di lapangan.
- Truk Muatan Eucalyptus Pernah Tumbang Saat Parkir, Pagar SMPN 1 Lipat Kain Rusak: Kepsek Sebut Di Bahu Jalan Ada 'Gun Kobau'
- Tak Ada Respon! Diduga Kades Ludai Sembunyikan Realisasi Anggaran: Sosialisasi Anti Korupsi Desa di Pertanyakan?
- Dugaan 'Menguap' Dana BOS: Usai Sorotan Etika Mencuat Namun BPKSDM dan Disdik Kabupaten Kampar Terindikasi 'Main Mata', Anggaran SDN 007 Ludai Tuai Tanda Tanya Besar?
"Kalau memang serius ingin memberantas PETI yang ada di sepanjang aliran Sungai Tesso, mari turun bersama-sama dengan masyarakat. Kita sisir dari hulu sampai ke hilir, karena hingga saat ini masih banyak aktivitas PETI yang menjamur," ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan kondisi yang diketahui masyarakat, masih terdapat puluhan rakit PETI yang diduga beroperasi di sepanjang aliran sungai. Bahkan, menurutnya, sebagian aktivitas tersebut kembali beroperasi setelah razia dilakukan.
"Masih ada yang melanjutkan aktivitas setelah razia. Ini menjadi perhatian bersama agar penindakan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya berhenti pada satu operasi saja," katanya.
Selain itu, tokoh masyarakat tersebut juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas PETI. Ia mengaku masyarakat kini semakin sulit memperoleh ikan di sungai, sementara kualitas air dinilai terus mengalami penurunan akibat aktivitas pertambangan ilegal.
"Ikan sudah semakin susah dicari, ditambah kondisi air sungai yang tidak lagi steril seperti dahulu. Ini menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian semua pihak," ungkapnya.
Di akhir keterangannya, ia kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kampar beserta jajaran atas langkah penindakan yang telah dilakukan. Ia juga berharap Polres Kampar terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas PETI, sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungan dapat semakin meningkat.
Berita Lainnya +INDEKS
Aktivis Gunung Sahilan Apresiasi Penindakan PETI oleh Polres Kampar, Ingatkan Jangan Tebang Pilih dan Soroti Pemusnahan Barang Bukti
GUNUNG SAHILAN, RIAU – Aktivis Kenegerian Gunun.
Diduga Angkut Batu Hasil Tambang Ilegal, Dump Truck Bermuatan Batu Sungai Terpantau di Desa Pulau Pencong
Kampar Kiri Hulu, Riau – Aktivitas pengang.
Usai Viral di Berbagai Media, Excavator Mendadak 'Pulang Kampung' dari Kawasan Konservasi
KAMPAR, RIAU – Setelah menjadi sorotan publik d.
Tim MMP Dihadang Hentikan Aktivitas Alat Berat, Pengawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling Kembali Disorot!!!
KAMPAR KIRI, RIAU – Pengawasan terhadap ka.
Laporan Polisi Resmi Diterima, Polsek Rumbai Segera Proses Pelaku Pengeroyokan di Café Setia Kawan Jalan Sembilang
PEKANBARU – Kasus dugaan tindak pidana pengeroy.
Respon Cepat!! Polsek Tapung Bersama Satpol PP Kampar Segel 7 Warung Remang-Remang di Desa Gading Sari
Tapung, Kalimatrepublik.com.







