pilihan +INDEKS
Survei Dinkes Selesai, Keluhan Wabah Lalat Masih Muncul di Simalinyang; Warga Tunggu Hasil Pemeriksaan Resmi Instansi Terkait
KAMPAR KIRI TENGAH, RIAU – Keluhan masyarakat terkait banyaknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas kandang ayam di Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, masih terus bermunculan. Di sisi lain, Puskesmas Simalinyang memastikan telah menyelesaikan survei lapangan dan menyerahkan hasilnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
Kepala Puskesmas Simalinyang, Alpinur, mengatakan survei tersebut dilakukan atas instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
"Untuk puskesmas sudah melakukan survei, Pak. Dan sudah dilaporkan ke Dinkes," ujar Alpinur saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, tim Puskesmas melakukan survei terhadap kandang ayam milik PT Leong dan Jaffa. Sementara itu, kunjungan terhadap kandang ayam milik pribadi dilakukan oleh pihak kecamatan.
"Kalau untuk kandang ayam pribadi itu dikunjungi oleh Pak Camat. Dan kami dari Puskesmas hanya survei ke kandang Leong dan Jaffa," jelasnya.
Dalam pelaksanaan survei tersebut, tim juga meninjau aspek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta perizinan usaha sesuai kewenangan yang dimiliki.
Meski demikian, Alpinur mengakui bahwa keluhan utama masyarakat memang berkaitan dengan banyaknya lalat di lingkungan sekitar.
"Kalau keluhan masyarakat, lalat yang banyak, Pak. Untuk kesehatan masyarakat insyaallah aman," katanya.
Beberapa jam setelah penyampaian hasil awal survei tersebut, Redaksi KalimatRepublik kembali menerima dokumentasi berupa foto dan video dari warga yang mengaku direkam pada Sabtu (27/6/2026) malam di sekitar permukiman dekat kandang ayam.
Warga menyebut kondisi banyaknya lalat masih terjadi hingga saat ini.
"Lalat yang hitam-hitam itu bakalambu dalam rumah biar ndak masuak nyo ka dalam muncuang," ujar warga dalam keterangannya, menggambarkan penggunaan perangkap lalat di dalam rumah.
Ia juga menjelaskan bahwa dokumentasi tersebut direkam di rumah warga yang berada di sekitar kawasan kandang ayam.
"Waktu dan tempat pengambilan video di rumah warga sekitaran kandang," katanya.
Menurutnya, lalat yang menempel pada perangkap tersebut terkumpul hanya dalam hitungan menit.
"Waktu terkini. Hanya beberapa menit saja," tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa juga telah melakukan pemeriksaan terhadap kandang ayam. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum dipublikasikan kepada masyarakat.
Masyarakat berharap hasil pemeriksaan dari seluruh instansi, baik Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kesehatan, dapat diumumkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kepastian atas berbagai keluhan yang berkembang.
Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui apakah pengelolaan limbah, sanitasi, pengendalian lalat, serta operasional kandang telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu, hasil survei kesehatan juga diharapkan dapat menjelaskan ada atau tidaknya dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Apabila ditemukan adanya pelanggaran administratif maupun dugaan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, instansi teknis berwenang memberikan rekomendasi tindak lanjut sesuai peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, apabila hasil pemeriksaan mengarah pada adanya dugaan tindak pidana lingkungan atau pelanggaran hukum lainnya, maka hasil tersebut dapat menjadi salah satu dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan sesuai kewenangannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Leong terkait dokumentasi terbaru yang diterima redaksi maupun perkembangan penanganan keluhan masyarakat.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait, termasuk pihak perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Pemerintah Kecamatan Kampar Kiri Tengah, serta instansi lainnya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Berita Lainnya +INDEKS
Humas PT Leong Minta Waktu Lakukan Penyemprotan Sesuai Arahan DLH, Klaim Bagikan Ayam ke 100 Warga Setiap Panen
KAMPAR KIRI TENGAH, RIAU – Polemik dugaan dampa.
DLH Kampar, Camat dan Kades Diklaim Sudah Periksa Kandang Ayam PT Leong?, Hasilnya Belum Dibuka ke Publik: Dinkes Siapkan Survei Lingkungan!!!
KAMPAR KIRI TENGAH, RIAU – Transparansi Di.
Operasi Tangkap Tangan atau Operasi Tangkap Kacung? Bandar Narkoba Lipat Kain Tetap Berkeliaran!
KAMPAR, RIAU – Maraknya peredaran narkoba di wi.
Tamparan untuk Pemerintah dan Wakil Rakyat, Warga Tapung Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
KAMPAR, RIAU – Aksi gotong roy.
OPINI: Banyak Wakil Rakyat, Infrastruktur Tapung Raya Tetap Tertinggal
KAMPAR, -- Kekecewaan masyarakat Tapung Raya yang ter.
Dugaan Sikap Oknum Salah Satu Kabid di Kominfo Kampar Dinilai Cederai Integritas, M. Hasbi: Jika Kadis Tak Berani, Minta Bupati Turun Tangan!!!
KAMPAR, RIAU – Kontroversi yang melibatkan.



.jpg)



