pilihan +INDEKS
Diduga Ada 'Veron Ilegal' Penampung Hasil Pencurian Sawit yang Marak di Gunung Sahilan, Kapolsek: Segera Intensifkan dan Berkoordinasi dengan Pemerintahan!
GUNUNG SAHILAN – Maraknya aksi pencurian buah sawit di wilayah Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, khususnya di ruas jalan lintas Gunung Sahilan - Subarak, diduga kuat tidak lepas dari adanya tempat penampungan atau yang dikenal masyarakat sebagai veron (ram) yang beroperasi secara tidak wajar.
Hal ini diungkapkan oleh para petani yang merasa terus dirugikan. Menurut mereka, pencurian terjadi karena adanya pasar yang menampung hasil curian tersebut.
"Kami melihat pola ini sudah lama. Hampir setiap subuh, mulai pukul 03.00 hingga 06.00 dini hari, banyak terlihat sepeda motor berkeranjang bergerombol membawa Tandan Buah Segar (TBS). Itu bukan panen resmi, itu hasil curian," ungkap salah satu petani, Senin (03/05).
Para petani menegaskan, aktivitas pengangkutan pada jam-jam tersebut sangat tidak masuk akal. Biasanya panen dilakukan pada pagi atau siang hari. Namun, karena diduga ada veron yang bersedia membeli dan menampung sawit kapan saja tanpa melihat legalitas barang, para pencuri semakin leluasa beraksi.
"Kalau tidak ada yang mau menampung atau membeli, pasti mereka tidak akan mencuri. Masalah utamanya ada di penampung atau veron ini. Mereka seolah menjadi 'tujuan akhir' dari hasil curian tersebut," tegasnya.
Oleh karena itu, masyarakat dan petani tidak hanya meminta aparat keamanan seperti Polsek Kampar Kiri, Koramil, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menindak para pembawa motor, tetapi juga menindaklanjuti pihak penampung.
Mereka meminta agar pihak berwenang segera melakukan pendataan, pembinaan, hingga memberikan surat teguran kepada seluruh pemilik veron agar tidak lagi menerima TBS pada jam-jam yang mencurigakan atau tanpa memastikan asal-usul buah tersebut.
"Kami minta veron-veron ini disurati dan diawasi. Jangan sampai tempat penampungan justru menjadi sarang atau penyokong kejahatan pencurian sawit," pungkas mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak Pemerintahan Kecamatan Gunung Sahilan dan Aparat Penegak Hukum di Kepolisian Sektor Kampar Kiri terkait persoalan yang meresahkan ini.
Menanggapi pemberitaan mengenai maraknya aktivitas mencurigakan pengangkutan buah sawit di wilayah Gunung Sahilan dan Subarak, pihak Kepolisian Sektor Kampar Kiri segera memberikan respon.
Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Zuhri Siregar, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar tersebut.
"Terima kasih. Terkait pemberitaan yang telah diterbitkan, kami akan mengintensifkan patroli di Desa Subarak dan wilayah Gunung Sahilan," ujar Kompol Rusyandi, Senin (03/05) malam.
Dijelaskannya, terkait fenomena pengangkutan sawit menggunakan sepeda motor yang menjadi sorotan masyarakat, hingga saat ini pihaknya menyatakan belum menerima laporan resmi secara tertulis dari warga atau korban.
"Sampai saat ini kami belum ada menerima laporan secara resmi dari masyarakat terkait hal tersebut," tegasnya.
Meski demikian, Polsek Kampar Kiri melalui jajarannya terus melakukan pendekatan dan koordinasi. Para Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa senantiasa berkoordinasi dengan perangkat desa.
"Kami juga menghimbau agar mengaktifkan pos Satkamling di masing-masing desa guna mengantisipasi terjadinya kejahatan dan tindak pidana," tambahnya.
Lebih lanjut, terkait keberadaan tempat penampungan atau veron yang diduga menjadi tujuan hasil curian, Kapolsek menyebutkan akan melakukan langkah preventif bersama pemerintah daerah.
"Untuk veron-veron penampung sawit, kami akan berkoordinasi baik dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mendata kembali masyarakat yang membuka usaha tersebut. Selanjutnya kami bersama pemerintah akan memberikan himbauan agar tidak menerima buah sawit yang diduga berasal dari hasil kejahatan," pungkasnya.
(Tim Redaksi)
Berita Lainnya +INDEKS
PETI Tanjung Permai Dibongkar Polisi: Operator Diamankan, Empat Pelaku Kabur
KAMPAR KIRI HULU, RIAU — Aktivitas Pertamb.
Tak Kenal Medan! Polsek Kampar Kiri Tempuh Jalur Darat dan Susuri Sungai Subayang Berantas PETI
KAMPAR KIRI HULU, RIAU — Keseriusan jajaran Pol.
25 Pegawai Donorkan Darah, Lapas Gunungsitoli dan Imigrasi Nias Kompak Berbagi
Kalimat Republik || Gunungsitoli - Semangat berbagi k.
Momen Haru di Lapas Gunungsitoli, Dua Pegawai Akhiri Masa Pengabdian
Kalimat Republik || Gunungsitoli - Suasana haru menye.
Diperiksa Kasus Kehutanan, Pemilik Cafe di Kampar Kiri Ternyata Simpan 37 Butir Pil Ekstasi di Mobil
KAMPAR KIRI, RIAU – Pemeriksaan terhadap seoran.
Jelang HUT RI, Lapas Gunungsitoli Perketat Pengawasan Blok Hunian
Kalimat Republik || Gunungsitoli – Jelang perin.







