pilihan +INDEKS
Diduga Brutal, Oknum Security KSO Aniaya Pemanen Sawit Hingga Luka Parah di Kampar
KAMPAR, RIAU | KalimatRepublik – Seorang warga yang berprofesi sebagai pemanen brondolan sawit diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum petugas keamanan (security) KSO Koptan Kampar Jaya Bersama saat memanen brondolan sawit di area perkebunan RT 03 RW 02 Simpang Kare, Desa Padang Mutung Kabupaten Kampar, Riau.
Peristiwa tersebut terjadi ketika enam orang warga tengah memanen brondolan sawit dengan total hasil sekitar 30 kilogram atau kurang lebih 5 kilogram per orang. Namun, di tengah aktivitas itu, para korban didatangi beberapa oknum security yang diduga langsung melakukan tindakan kekerasan tanpa alasan yang jelas.
Dalam kejadian tersebut, dua orang warga yang memanen sawit diketahui menjadi korban, yakni Dosroha dan Fandi. Sementara itu, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi dan menyaksikan langsung insiden tersebut antara lain Frans Purba, Robby, Ipat, dan Aldy Saputra.
Menurut keterangan saksi mata, korban diduga diinjak-injak hingga terjatuh. Bahkan, salah satu korban sempat diancam menggunakan senjata tajam yang diarahkan ke lehernya. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar serius di bagian tulang rusuk dan tulang pinggul, serta mengalami trauma psikis akibat ancaman tersebut.
Korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis. Hasil pemeriksaan awal menyebutkan adanya memar cukup parah akibat benturan keras, dan hingga kini korban masih merasakan nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga setempat juga mengungkapkan keresahan mereka terhadap keberadaan petugas keamanan KSO. Pasalnya, beredar informasi bahwa oknum security yang terlibat diduga berasal dari luar daerah Kampar, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat sekitar perkebunan.
Insiden ini pun memicu kemarahan warga. Mereka menilai tindakan oknum security tersebut sangat berlebihan dan tidak manusiawi, mengingat para korban hanya berusaha mencari nafkah dengan memanen brondolan sawit dalam jumlah kecil.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Kampar, untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan tersebut dan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, warga juga meminta pihak perusahaan serta pengelola KSO bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta perilaku petugas keamanan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak KSO Koptan Kampar Jaya Bersama, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum demi memberikan rasa keadilan bagi korban serta menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan perkebunan.
Berita Lainnya +INDEKS
Bertahun Sudah Dugaan Korupsi Digitalisasi Desa Mengendap di Penegak Hukum, 28 Desa di Kampar Kiri dan Kiri Hulu Rugi Rp 1,26 Milyar
KAMPAR, RIAU – Kasus dugaan penyelewengan dana .
GEMPAR! Spesialis Rampas Kotak Infak Beraksi di 3 Kabupaten, Akhirnya Terkapar di Tapung
TAPUNG – Aksi kejahatan yang meresahkan masyara.
Polsek Kampar Kiri Sisir Sungai Subayang, 3 Rakit Tambang Emas Diamankan, Siapa Pemiliknya?
KAMPAR KIRI, RIAU – Jajaran Polsek Kampar Kiri .
Isu Pengancaman dan Pemaksaan Oknum Jadi Pembicaraan Warga, Pemilik Warung Akui Benar Kejadian
KAMPAR, RIAU – Isu mengenai aksi pengancaman da.
Marak Tambang Emas Ilegal di Sungai Setingkai dan Subayang, Aparat Diminta Tindak Tegas!!!
KAMPAR, RIAU – Aktivitas pertambangan emas.
Komitmen Lawan Narkoba, Polsek Kampar Kiri Amankan Pengedar Sabu 10,91 Gram
KAMPAR KIRI, RIAU – Tekad kuat untuk menjadi ga.







