pilihan +INDEKS
Sukses Gelar MTQ ke-55 Kampar, Sri Nuryani Buktikan Gunung Sahilan Mampu Jadi Tuan Rumah yang Membanggakan
GUNUNG SAHILAN, KALIMATREPUBLIK.COM — Keberhasilan Kecamatan Gunung Sahilan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 menjadi catatan penting bagi kepemimpinan Camat Sri Nuryani, S.STP. Berkat sinergi lintas sektor, gotong royong masyarakat, serta optimalisasi potensi daerah, perhelatan keagamaan tingkat kabupaten tersebut berlangsung sukses dan lancar pada 11–17 Oktober 2026.
Kesuksesan ini tidak hanya terlihat dari kelancaran rangkaian perlombaan hingga penutupan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah kecamatan bersama masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada para kafilah, menjaga kebersamaan, serta mendorong pergerakan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk keberhasilan Kecamatan Gunung Sahilan dalam menjalankan amanah sebagai tuan rumah kegiatan besar yang melibatkan seluruh kecamatan se-Kabupaten Kampar.
Camat Gunung Sahilan, Sri Nuryani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., yang telah memberikan kepercayaan kepada Kecamatan Gunung Sahilan untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen, kerja keras, dan kebersamaan.
Atas nama Pemerintah Kecamatan Gunung Sahilan, Sri Nuryani juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., anggota DPRD Kabupaten Kampar, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Gunung Sahilan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kampar atas kepercayaan yang diberikan kepada Gunung Sahilan sebagai tuan rumah MTQ ke-55. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan kerja sama semua pihak," ungkap Sri Nuryani, sebagaimana dikutip dari Media Center Kabupaten Kampar.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak terlepas dari keterlibatan kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, aparat keamanan, pengusaha, serta pelaku usaha lokal.
Seluruh elemen tersebut mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan pelayanan kepada para kafilah, hingga mendukung aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Salah satu hal yang menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan MTQ ke-55 di Gunung Sahilan adalah dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.
Kehadiran kafilah dari berbagai kecamatan, pendamping, panitia, dan pengunjung membuka peluang bagi pedagang serta pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Berbagai produk makanan dan minuman, kuliner tradisional, serta produk usaha lokal mendapatkan ruang pemasaran melalui bazar dan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi MTQ.
Perputaran uang selama kegiatan tersebut dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala kabupaten dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dibarengi dengan pelibatan masyarakat dan pemberdayaan usaha lokal.
Bagi Sri Nuryani, manfaat MTQ tidak seharusnya hanya diukur dari kelancaran acara maupun hasil perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, ekonomi, maupun hubungan sosial.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal merupakan kekuatan penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
"Harapan kita, manfaat MTQ ini tidak berhenti setelah acara ditutup. Syiar Al-Qur'an harus terus hidup, UMKM dan potensi lokal semakin berkembang, serta silaturahmi dan kebersamaan masyarakat semakin kuat. Inilah hasil yang ingin kita tinggalkan dari pelaksanaan MTQ di Kecamatan Gunung Sahilan," tegasnya.
Dampak ekonomi tersebut juga mendapat perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Ketua Umum Dekranasda Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, yang mengapresiasi partisipasi PKK kecamatan dalam bazar MTQ sebagai salah satu upaya mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Kampar.
Di tengah keberhasilan sebagai tuan rumah, Kecamatan Gunung Sahilan juga mencatatkan prestasi dalam kompetisi MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026.
Berdasarkan hasil penetapan Dewan Hakim, Kecamatan Gunung Sahilan berhasil meraih peringkat keempat dengan total nilai 213 poin.
Sementara itu, Kecamatan Kampar keluar sebagai juara umum dengan nilai 309 poin, disusul Kecamatan Siak Hulu dengan 231 poin dan Kecamatan Kampar Utara dengan 221 poin.
Adapun pada kategori bazar, Kecamatan Kuok berhasil meraih juara pertama, diikuti Kecamatan Tambang sebagai juara kedua dan Kecamatan Tapung sebagai juara ketiga.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa MTQ ke-55 tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarkecamatan, tetapi juga ruang untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani, memperkenalkan potensi daerah, dan mengembangkan kreativitas pelaku UMKM.
Bagi Kecamatan Gunung Sahilan, keberhasilan menjadi tuan rumah yang baik merupakan capaian tersendiri, berdampingan dengan prestasi kafilah yang telah berjuang dalam berbagai cabang perlombaan.
MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah kecamatan, panitia pelaksana, dewan hakim, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat Gunung Sahilan yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MTQ merupakan hasil kerja sama dan semangat kebersamaan seluruh pihak.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa MTQ tidak boleh berhenti sebagai perlombaan dan seremoni tahunan. Nilai-nilai Al-Qur'an harus terus dibaca, dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut sejalan dengan harapan Sri Nuryani agar keberhasilan penyelenggaraan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan keagamaan, mempererat silaturahmi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, pengalaman Gunung Sahilan sebagai tuan rumah diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan mengembangkan potensi lokal.
Kesuksesan pelaksanaan MTQ ke-55 menjadi gambaran bahwa penyelenggaraan agenda besar daerah membutuhkan koordinasi yang baik, dukungan pemerintah kabupaten, kesiapan panitia, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dalam konteks ini, peran Camat Sri Nuryani menjadi penting untuk mengoordinasikan berbagai unsur di wilayahnya agar dapat bekerja bersama dalam menyukseskan kegiatan.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak. Karena itu, apresiasi terhadap capaian Gunung Sahilan juga menjadi bentuk penghargaan atas kerja kolektif pemerintah kecamatan, Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, panitia, dan seluruh warga yang terlibat.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan manfaat kegiatan tidak berhenti ketika panggung MTQ dibongkar dan para kafilah kembali ke daerah masing-masing.
Penguatan UMKM, promosi produk lokal, pembinaan generasi Qurani, serta pemeliharaan semangat gotong royong perlu terus dilanjutkan agar dampak positif kegiatan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bagi Sri Nuryani dan jajaran Pemerintah Kecamatan Gunung Sahilan, keberhasilan MTQ ke-55 diharapkan bukan sekadar menjadi catatan sukses penyelenggaraan, melainkan juga titik awal untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.
Dengan demikian, capaian Gunung Sahilan sebagai tuan rumah tidak hanya dikenang melalui suksesnya rangkaian acara, tetapi juga melalui manfaat keagamaan, sosial, dan ekonomi yang ditinggalkan bagi masyarakat.
Berita Lainnya +INDEKS
Pemko Pekanbaru Kembali Raih Penghargaan Nasional, Kali Ini Sabet Predikat Sangat Baik untuk Iklim Investasi
PEKANBARU --– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali meraih penghargaan tingkat nasional.
Sudah Dibangun 32 Km, Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaikan dan Pembangunan Jalan Rampung 60 Km Tahun Ini
PEKANBARU --- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus.
Komitmen Berantas Habis Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
PEKANBARU --- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas .
PSPS Pekanbaru Pemuncak Klasemen, Wako Agung: Energi Masyarakat Bawa Dampak Positif
PEKANBARU – Kemenangan PSPS Pekanbaru atas PSMS Medan dengan skor 2-1 di Stadion Kaha.
Ucapkan Terimakasih Kepada Komjen Herry Heryawan, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Siap Bersinergi dengan Kapolda Baru
PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi dan ter.
Camat Kampar Kiri Gelar Coffee Morning Bersama Kapolsek dan Danramil, Serap Aspirasi Warga 4 Desa dan Tekankan Pencegahan Karhutla
TELUK PAMAN – Camat Kampar Kiri, Musnaini, S.Ag.







