pilihan +INDEKS
Gubernur Syamsuar Buka Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Perhutan Sosial di Provinsi Riau
PEKANBARU, kalimatrepublik.com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar resmi membuka . Rapat ini juga diikuti secara virtual oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto.
Perhutanan sosial merupakan program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan merupakan bagian dari kebijakan pemerataan ekonomi melalui reforma agraria. Selain itu perhutanan sosial juga menjadi salah satu program yang terintegrasi dan mendukung capaian pelaksanaan Riau Hijau.
Berdasarkan peta indikatif, target luasan perhutanan sosial di Provinsi Riau sebesar 1,2 juta hektar dan sampai dengan saat ini baru terealisasi seluas 120.000 hektar atau sekitar 10 persen.
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengharapkan dukungan baik perguruan tinggi, NGO, perusahaan, hingga perkebunan untuk bekerjasama dalam percepatan perluasan perhutanan sosial sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar kawasan hutan.
"Mari kita bekerja keras agar target yang ditetapkan oleh pemerintah untuk Riau bisa tercapai," ujar Gubernur Syamsuar di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (2/5/2023).
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto menganggap rapat koordinasi tersebut sangat penting agar para pihak bersama mensukseskan dan mewujudkan kesejahtetaan masyarakat, sekaligus sebagai upaya pelestarian hutan dapat tercapai melalui program perhutanan sosial.
"Program perhutanan sosial merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang tujuannya agar masyarakat sekitar dihutan bisa sejahtera dengan tetap menjaga kelestarian dan fungsi kawasan hutan," jelas Bambang.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Bambang, tanggung jawab pemerintah baik pusat dan daerah dalam hal pengawasan dan pendampingan sangat mutlak diperlukan, mengingat unsur terpenting program perhutanan sosial ini adalah pada bagaimana memberikan pemahaman kepada masyrakat dalam pengelolaan kawasan hutan.
(Mediacenter Riau/nv)
Berita Lainnya +INDEKS
Mangkir di Sidang Perdana, PT BMK Disorot Tajam; Yayasan Ringgala: Hukum Harus Dihormati
Bangkinang, Kalimatrepubl.
Disdik Riau Larang Sekolah Jual Seragam Siswa, Orang Tua Bebas Membeli di Mana Saja
PEKANBARU, KalimatRepublik.com – Pemerintah Pro.
UP Tuanku Tambusai Sambut Silaturrahmi Rektor UIN Suska Riau
Kampar, Riau - Rektor Universitas Pahlawan (UP) Tuank.
Usai Rapat Koperasi Produsen Amanah Kuntu Toeroba Memanas, Pernyataan Oknum Kades Inisial AB Dinilai Menantang Bupati Kampar?
KAMPAR, RIAU – Polemik seputar Koperasi Produse.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Gelar Dialog Cerdas Bersama Prof Jimly Asshiddiqie
Kampar - Kampus Universitas Pahlawan (UP) Tuanku Tamb.
Camat Serahkan ke Dinas, Kades AB Bungkam: Warga Geram Desak Pemkab Turun Tangan!!!
KAMPAR KIRI, RIAU – Kasus terpilihnya Kepala De.





.jpg)

