KAMPAR KIRI, RIAU – Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno S.Sos, melakukan kunjungan kerja meninjau langsung kondisi fisik bangunan UPT SD Negeri 019 Lipat Kain Utara, Kecamatan Kampar Kiri, Kamis siang (30/04/2026) usai menghadiri acara perpisahan di SMA Negeri 1 Kampar Kiri.
Kedatangan politisi Fraksi NasDem ini dalam rangka menindaklanjuti laporan mengenai kondisi sekolah yang dinilai memprihatinkan dan rawan ambruk. Dalam kesempatan tersebut, Eko Sutrisno didampingi oleh unsur Pemerintah Desa Lipat Kain Utara, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan pemuda dan warga setempat.
Usai melakukan peninjauan, Eko menggelar pertemuan untuk menyerap aspirasi langsung dari Dewan Majelis Guru dan pihak sekolah. Berdasarkan hasil pengamatan dan masukan yang diterima, ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan perbaikan fasilitas sekolah tersebut.
"Saya melihat langsung kondisinya, memang sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa. Oleh karena itu, saya berharap Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kampar dapat menyerap usulan perbaikan ini dalam pembahasan APBD Perubahan tahun ini," ujar Eko.
Lebih lanjut, Eko Sutrisno menjelaskan bahwa kunjungan ini juga merupakan koordinasi lanjutan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar. Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdasmen) Kabupaten Kampar sebenarnya telah berencana hadir meninjau lokasi pada hari yang sama.
"Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Kadis. Beliau memang rencananya hari ini ingin langsung turun melihat kondisi di sini, namun saat ini beliau sedang padat kegiatan. Jika hari ini belum sempat, beliau memastikan akan datang sendiri dalam waktu dekat, tidak mau diwakilkan," jelasnya.
Eko menambahkan, sebagai pimpinan di dinas terkait, Kadis Pendidikan ingin melihat secara langsung dan merasakan kondisi yang dialami oleh civitas akademika SDN 019 Lipat Kain Utara agar solusi yang diberikan tepat sasaran.
Sementara itu, pihak pemuda dan warga setempat menilai situasi dan kondisi bangunan sekolah ini sangat urgent dan memerlukan penanganan segera. Mereka khawatir hal yang tidak diinginkan bisa terjadi sewaktu-waktu mengingat aktivitas belajar mengajar masih terus berjalan.
"Kami melihat kondisi bangunan ini sangat mendesak untuk segera diperbaiki. Karena kegiatan belajar mengajar masih aktif, sementara struktur bangunan sudah sangat rapuh, terutama pada bagian atap dan rangka plafon yang dibangun sejak tahun 1987 lalu. Hingga saat ini, tampaknya belum pernah dilakukan renovasi yang signifikan," ungkap perwakilan pemuda setempat.
Dijelaskannya, kondisi fisik gedung yang sudah tua dan tidak kokoh ini sangat membahayakan keselamatan ratusan siswa dan guru. Bahaya bisa mengintai kapan saja jika cuaca buruk atau angin kencang melanda.
"Selain ruang kelas, rumah jaga sekolah juga sudah termakan usia dan dinilai tidak layak lagi untuk dihuni. Ini tentu menjadi perhatian khusus kami sebagai masyarakat," tambahnya.
Atas nama seluruh masyarakat Desa Lipat Kain Utara, mereka berharap pemerintah dapat bertindak tanggap terhadap kondisi darurat ini. Pasalnya, SDN 019 merupakan satu-satunya sarana pendidikan dasar negeri di desa tersebut yang juga berada di ibukota kecamatan.
"Kami berharap satu-satunya sarana pendidikan negeri tingkat dasar di desa kami ini mendapatkan perhatian serius. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, kami mohon agar bisa ditangani dengan cepat layaknya situasi darurat demi keselamatan anak-anak kami," pungkasnya.