KAMPAR, RIAU — Setelah sekitar empat tahun sejak pertama kali dibangun dan melewati perjalanan panjang di tengah beberapa kali pergantian pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, UPTD Puskesmas Kuntu akhirnya resmi beroperasi.
Di balik capaian tersebut, tiga bulan terakhir menjadi fase penting. Sejak ditugaskan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Puskesmas Kuntu pada 22 Juni 2026, dr. Derma Bahari Putri, MH, bergerak menuntaskan berbagai kebutuhan administrasi, legalitas, koordinasi hingga persiapan operasional fasilitas kesehatan tersebut.
Percepatan itu tidak berdiri sendiri. Kinerja dr. Derma Bahari Putri berjalan dengan dukungan dan koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, sehingga proses yang sebelumnya berlangsung cukup panjang akhirnya dapat mencapai tahap legalitas dan operasional.
Dari Penugasan hingga Terbit SIO
Babak percepatan dimulai pada 22 Juni 2026, ketika SK penugasan dr. Derma Bahari Putri sebagai Plh Kepala UPTD Puskesmas Kuntu ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.KK.
Sejak menerima amanah tersebut, penataan berbagai persyaratan dilakukan secara bertahap.
Puncaknya terjadi pada 18 Agustus 2026. UPTD Puskesmas Kuntu menjalani visitasi yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar serta DPMPTSP Kabupaten Kampar.
Hasil visitasi menyatakan UPTD Puskesmas Kuntu memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin operasional.
Tidak berselang lama, pada 28 Agustus 2026, Surat Izin Operasional (SIO) UPTD Puskesmas Kuntu resmi diterbitkan dengan masa berlaku lima tahun.
Dengan demikian, dalam waktu sekitar dua bulan sejak penugasan, tahapan penting legalitas berhasil dituntaskan.
Tidak Berhenti pada Izin
Perolehan SIO bukan menjadi garis akhir pekerjaan.
Setelah legalitas diperoleh, persiapan menuju peresmian langsung dilanjutkan.
Pada 29 Agustus 2026, Bupati Kampar memberikan arahan agar dilakukan seremonial peresmian UPTD Puskesmas Kuntu sekaligus pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal/PKMK bagi balita stunting.
Persiapan kemudian dimatangkan melalui rapat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar pada 31 Agustus 2026.
Sehari berikutnya, koordinasi diperluas dengan melibatkan tujuh kepala desa di Kenegerian Kuntu, ninik mamak, RS Nurlima serta sejumlah mitra perusahaan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kuntu.
Dukungan berbagai pihak turut mengiringi proses tersebut, termasuk PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang disebut memberikan dukungan terhadap kebutuhan pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi anggaran maupun kepanitiaan.
Pada 2 September 2026, persiapan fisik kegiatan mulai dilakukan. Tenda, neon box dan prasasti dipasang sebagai bagian dari persiapan peresmian.
Puncak Perjuangan Empat Tahun
Seluruh rangkaian tersebut akhirnya mencapai puncaknya pada 3 September 2026.
UPTD Puskesmas Kuntu resmi diresmikan operasionalnya oleh Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT.
Momentum tersebut sekaligus ditandai dengan serah terima simbolis kunci ambulans dari Bupati Kampar kepada Plh Kepala UPTD Puskesmas Kuntu, dr. Derma Bahari Putri, MH.
Keberadaan ambulans menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung mobilitas pelayanan kesehatan, termasuk kebutuhan rujukan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kuntu.
Bagi masyarakat Kenegerian Kuntu, beroperasinya puskesmas tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang terhadap hadirnya fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan secara resmi.
Empat Tahun Menanti, Enam Kali Pergantian Pimpinan
Jika ditarik ke belakang, keberhasilan Puskesmas Kuntu beroperasi tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang sejak fasilitas tersebut pertama kali dibangun sekitar empat tahun lalu.
Dalam rentang perjalanan tersebut, terjadi beberapa kali pergantian pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
Nama-nama yang tercatat dalam perjalanan kepemimpinan tersebut antara lain Dedi Sambudi, MKM; Rahmat, SKM; dr. Zulhendra Das'at; Riadel Fitri, M.Si; dr. Asmara Fitra Abadi, Dr. Imawan Hardiman Sp.KK, hingga dr. Zulhendra Das'at, MH.
Pergantian pimpinan menjadi bagian dari dinamika perjalanan panjang hingga Puskesmas Kuntu akhirnya memperoleh kepastian legalitas dan dapat dioperasikan.
Namun, fase tiga bulan terakhir memperlihatkan adanya percepatan yang signifikan.
Penugasan dr. Derma Bahari Putri sebagai Plh Kepala UPTD Puskesmas Kuntu menjadi salah satu titik penting dalam fase tersebut.
Kinerja Individu dan Dukungan Institusi
Percepatan ini sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian fasilitas kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun gedung.
Ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, proses visitasi, koordinasi lintas instansi, pengurusan perizinan, hingga memastikan kesiapan sarana pendukung dan pelayanan.
Dalam konteks tersebut, kinerja dr. Derma Bahari Putri menjadi salah satu faktor penting dalam mengawal proses selama masa penugasannya.
Namun, capaian itu juga tidak terlepas dari dukungan institusional Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar beserta jajaran dan lintas sektor terkait.
Dengan kata lain, dr. Derma Bahari Putri menjadi figur yang mengawal percepatan di lapangan, sementara dukungan Dinas Kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan proses administrasi, koordinasi dan pemenuhan persyaratan berjalan.
Apalagi, dr. Derma Bahari Putri bukan pejabat definitif Kepala UPTD Puskesmas Kuntu. Ia merupakan Kepala UPTD Puskesmas Lipat Kain secara definitif yang dipercaya menjalankan tugas tambahan sebagai Plh Kepala UPTD Puskesmas Kuntu.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk memastikan fasilitas kesehatan yang telah lama dinantikan masyarakat itu tidak kembali berhenti sebagai sebuah bangunan.
Tiga Bulan yang Menentukan
Catatan waktunya cukup jelas.
22 Juni 2026: dr. Derma Bahari Putri menerima penugasan sebagai Plh Kepala UPTD Puskesmas Kuntu.
18 Agustus 2026: visitasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dan DPMPTSP Kabupaten Kampar.
28 Agustus 2026: SIO UPTD Puskesmas Kuntu diterbitkan dengan masa berlaku lima tahun.
31 Agustus 2026: rapat persiapan dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
1 September 2026: koordinasi diperluas bersama tujuh kepala desa, ninik mamak, RS Nurlima dan mitra lainnya.
2 September 2026: persiapan sarana peresmian dilakukan.
3 September 2026: UPTD Puskesmas Kuntu resmi beroperasi dan ambulans diserahkan secara simbolis.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa sekitar tiga bulan masa penugasan dr. Derma Bahari Putri menjadi fase percepatan yang menentukan.
Empat tahun perjalanan akhirnya menemukan titik terang.
Bukan semata karena sebuah gedung selesai dibangun, tetapi karena legalitas dituntaskan, koordinasi digerakkan, persyaratan dipenuhi dan fasilitas tersebut akhirnya benar-benar dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kini tantangan berikutnya bukan lagi bagaimana mendapatkan izin operasional, melainkan bagaimana menjaga kualitas pelayanan, memastikan sarana berfungsi optimal dan menjadikan UPTD Puskesmas Kuntu benar-benar hadir sebagai fasilitas kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kenegerian Kuntu.