
KAMPAR KIRI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri menjadi perhatian jajaran kepolisian. Selain berpotensi meluas, karhutla juga menimbulkan kabut asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas warga.
Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Z. Siregar, S.Sos., M.H., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta bersama-sama mencegah terjadinya karhutla.
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, termasuk TNI melalui Koramil 05 Kampar Kiri, kepolisian, pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Karhutla dapat menimbulkan dampak yang luas, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegas Kompol Rusyandi.
Kompol Rusyandi menyampaikan bahwa Polsek Kampar Kiri bersama Koramil 05 Kampar Kiri terus mendorong upaya pencegahan karhutla melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat.
Sinergi TNI-Polri tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan terhadap karhutla.
Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.
Selain pencegahan kebakaran, Kapolsek mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, bayi, balita, lansia dan masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih atau gangguan kesehatan lainnya yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap, masyarakat diminta segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Polsek Kampar Kiri bersama UPT Puskesmas Lipat Kain membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di wilayah Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (26/08/2026).
Selain pembagian masker, masyarakat juga diberikan edukasi agar mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi kabut asap memburuk serta segera membawa anggota keluarga ke Puskesmas Lipat Kain apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kapolsek menegaskan bahwa penanganan karhutla dan perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap membutuhkan kepedulian bersama.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. TNI-Polri, pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat harus bersinergi. Jangan melakukan pembakaran lahan dan segera laporkan apabila menemukan titik api,” tegas Kompol Rusyandi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan keluarga dan tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan akibat kabut asap.
“Mari bersama-sama mencegah karhutla, menjaga lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap,” pungkasnya.