Ironi Pematang Panjang: Anak-Anak Disebut "Deking", Dugaan Pemanfaatan Generasi Muda dalam Polemik Kawasan SM Bukit Rimbang Baling Tuai Sorotan

Ahad, 26 Juli 2026

KAMPAR, KalimatRepublik.com – Beredarnya sebuah unggahan di media sosial yang memperlihatkan sejumlah anak berada di tengah aktivitas di kawasan yang dikaitkan dengan Pematang Panjang, Desa Kuntu, sekitar Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, memunculkan kritik dan keprihatinan dari berbagai kalangan.

Dalam unggahan tersebut, muncul narasi yang menyebut anak-anak sebagai "deking" atau pelindung. Narasi itu kemudian memantik pertanyaan publik mengenai etika serta kepatutan apabila anak-anak benar-benar ditempatkan dalam situasi yang berkaitan dengan polemik aktivitas yang tengah menjadi sorotan berbagai pihak.

Apabila unggahan tersebut berkaitan dengan aktivitas di kawasan yang selama ini menjadi perhatian publik, maka muncul kesan ironis bahwa generasi penerus bangsa justru dibawa ke dalam pusaran persoalan yang diduga menyangkut kepentingan oknum tertentu. Anak-anak yang semestinya memperoleh ruang belajar, bermain, dan perlindungan, justru berpotensi dipersepsikan sebagai tameng moral maupun sosial di tengah polemik yang masih menjadi perhatian.

Kondisi demikian dinilai tidak sejalan dengan semangat perlindungan anak. Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, serta tidak sepatutnya dilibatkan dalam situasi yang berpotensi menimbulkan risiko fisik, psikologis, maupun dimanfaatkan untuk membangun opini publik.

Sorotan juga diarahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan di kawasan Pematang Panjang dan sekitar Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling. Publik berharap apabila memang terdapat aktivitas yang menjadi perdebatan, seluruh proses penyelesaian dilakukan melalui mekanisme hukum dan dialog yang melibatkan pihak-pihak berwenang, tanpa menyeret anak-anak ke dalam konflik kepentingan.

Hingga berita ini disusun, belum dapat dipastikan konteks lengkap video maupun tujuan sebenarnya dari keberadaan anak-anak dalam unggahan tersebut. Karena itu, media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi dari seluruh pihak yang disebut atau berkaitan dengan persoalan ini.

Publik kini menanti penjelasan dari pihak-pihak terkait agar tidak berkembang persepsi bahwa anak-anak dijadikan simbol perlindungan bagi aktivitas yang tengah menjadi sorotan di kawasan Pematang Panjang maupun Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling.