Investigasi Tambang Emas Ilegal, Dugaan Backup Oknum Polisi Kuantan Hilir 'RS': Wartawan Diduga Dikejar Pakai Parang!!!

Ahad, 17 Mei 2026

Lokasi

KUANTAN SINGINGI – Tim pewarta yang melakukan peliputan dan pendokumentasian di lokasi tambang emas tanpa izin di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, menjadi sasaran kekerasan pada Sabtu (16/5/2026).

Saat tim media berada di lokasi untuk memverifikasi informasi mengenai aktivitas pertambangan ilegal tersebut, sekelompok orang yang diduga sebagai pekerja atau anak buah dari sosok yang dikenal sebagai "Bigboss Viki" bertindak anarkis. Mereka tidak hanya menghalangi peliputan, tetapi secara terang-terangan mengejar tim wartawan sambil membawa senjata tajam jenis parang.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, keberanian kelompok tersebut bertindak semena-mena dan melanggar hukum diduga kuat karena adanya jaminan perlindungan atau "bekingan". Mereka disebut-sebut mendapatkan perlindungan dari oknum aparat kepolisian berinisial RS yang bertugas di wilayah hukum Polsek Kuantan Hilir Seberang.

Adanya dugaan perlindungan dari pihak berwenang inilah yang membuat pelaku merasa kebal hukum, sehingga berani melakukan intimidasi hingga ancaman pembunuhan terhadap awak media yang sedang menjalankan tugas profesionalnya.

Lokasi kejadian merupakan area tambang ilegal yang diduga kuat dimodali serta dikendalikan oleh figur "Bigboss Viki". Selain beroperasi tanpa izin resmi, lokasi tersebut sebelumnya juga terungkap mempekerjakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODG) dengan perlakuan yang tidak manusiawi dan eksploitatif.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi maupun klarifikasi dari pihak yang dituduhkan maupun oknum yang bersangkutan. Organisasi pers dan masyarakat menuntut pihak kepolisian, khususnya Kapolres Kuantan Singingi, untuk segera menindak tegas pelaku kekerasan dan mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum yang melindungi praktik ilegal tersebut demi menjamin kebebasan pers dan penegakan hukum yang adil.

 

 

 

Tim Reporter