
PEKANBARU - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfotiksan) Kota Pekanbaru bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru melakukan audiensi dengan Komunitas Penggiat Informasi (Bertuah Care) beserta kepala sekolah di tingkat SD dan SMP Kota Pekanbaru, untuk membahas pembentukan generasi emas dari anak-anak yang sadar akan informasi, Rabu (14/12).
Dalam agenda ini, Diskominfotiksan meminta pendapat dan masukan dari para peserta rapat, terkait usulan program 'Kelas Kominfo Kota Pekanbaru'. Program ini merupakan wadah yang dibentuk untuk mencegah anak-anak sekolah menyerap informasi negatif dari sosial media.
Seperti diketahui dalam generasi ini penggunaan smartphone dan internet dalam bersosial media sudah terjadi secara massif. Sehingga dikhawatirkan, terjadi degradasi moral bagi anak-anak yang tidak mendapatkan arahan untuk menggunakan sosial media secara positif.
Maryati, selaku Kepala SDN 118 Pekanbaru pada acara itu menjelaskan kepada petinggi Diskominfotiksan dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengenai Kelas Kominfo yang akan dibentuk dan disinergikan bersama.
"Kelas Kominfo ini merupakan lingkungan sosial yang memberikan ruang kepada siswa untuk saling berinteraksi dalam mengembangkan bakat dan potensi diri di ruang publik secara kreatif dan inovatif. Kami sudah mencoba membawa anak didik kami ke acara Pijar Bertuah dan Budpar Edutainment yang telah diselenggarakan oleh Diskominfotiksan dan Disbudpar Pekanbaru, antusias anak dan wali murid begitu luar biasa, jadi kita berharap ini akan dipatenkan menjadi inovasi Pemko Pekanbaru," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Evi Mayeni, Kepala SMPN 5 Pekanbaru bahwa Pijar Bertuah dan Budpar Edutainment yang sudah dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru menjadi ruang terbuka dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekanbaru.
"Biasanya di perlombaan atau acara-acara seremonial, yang sering tampil itu adalah anak-anak yang berprestasi, namun di Kelas Kominfo semua anak bisa tampil. Kami bangga bisa menampilkan bakat dan kebiasaan anak didik kami, tidak hanya terkait kesenian tapi juga hal lainnya. Tidak hanya sebagai penampil tetapi juga penyerap informasi," jelasnya.
Menanggapi audiensi tersebut, Plt Kepala Diskominfotiksan Kota Pekanbaru, Tri Sepnasaputra menyambut baik usulan program Kelas Kominfo untuk dipatenkan dan dihidupkan kembali.
"Kami juga melihat antusias anak-anak yang sangat bergembira bisa tampil di muka publik setelah sekian lama vakum karena Covid-19. Jadi ketika HBKB digelar kembali, ini menjadi momen luar biasa untuk mereka. InsyaAllah kami bersama dinas-dinas lainnya akan berupaya agar dapat kita hidupkan kembali," ujar Putra.
Sementara itu, Kepala Bidang PIKP Diskominfotiksan, Dedi Damhudi menambahkan bahwa ia akan merencanakan audiensi lanjutan ke Pj Wali Kota Pekanbaru terkait program ini.
"Saya yakin semua sekolah mau ikut, sekolah yang di ujung Pekanbaru saja mau ikut apa lagi yang ditengah tengah. Kita akan segera perkuat legalitas program Kelas Kominfo ini melalui SK Walikota," jelasnya.
Agenda pembahasan program Kelas Kominfo ditutup dengan banyaknya apresiasi dari pihak sekolah yang hadir. Dalam acara itu pula diberikan sertifikat penghargaan kepada sekolah-sekolah yang sudah turut berpartisipasi pada PIJAR BERTUAH dan Budpar Edutainment.
Diantaranya: SDN 86 Pekanbaru, SDN 28 Pekanbaru, SDN 18 Pekanbaru, SDN 90 Pekanbaru, SDN 118 Pekanbaru, SDN 173 Pekanbaru, dan SDN 144 Pekanbaru. Kemudian SMPN 37 Pekanbaru, SMPN 20 Pekanbaru, SMPN 22 Pekanbaru, SMPN 5 Pekanbaru, SMPN 42 Pekanbaru, SMK LABOR BINAAN FKIP UNRI Pekanbaru dan SMA SERIRAMA YLPI Pekanbaru. (Kominfo10/RD5)