Kanal

Tamparan untuk Pemerintah dan Wakil Rakyat, Warga Tapung Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

KAMPAR, RIAU – Aksi gotong royong yang dilakukan warga Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dalam memperbaiki jalan Provinsi yang rusak parah, menuai perhatian luas dari masyarakat. Warga secara swadaya melakukan pengecoran di sejumlah titik jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan namun belum mendapatkan penanganan maksimal dari Pemerintah.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat bahu-membahu mengaduk semen dan melakukan pengecoran pada ruas jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga disebut telah menyebabkan beberapa kecelakaan, bahkan dikabarkan memakan korban jiwa.

Jalan yang diperbaiki warga merupakan ruas jalan berstatus jalan Provinsi yang menghubungkan kawasan strategis di wilayah 3 Kecamatan yaitu, Tapung, Tapung Hulu dan Tapung Hilir. Namun hingga kini, kondisi jalan tersebut masih dipenuhi lubang dan kerusakan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Aksi swadaya masyarakat ini disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Kampar, baik dari unsur Eksekutif maupun Legislatif, yang dinilai belum serius menangani persoalan infrastruktur di wilayah Tapung Raya.

Salah seorang tokoh masyarakat Tapung, Mohammad Irwan, mengatakan bahwa kondisi jalan yang semakin rusak telah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, warga sudah berulang kali menyuarakan aspirasi, namun hingga saat ini belum ada perbaikan yang signifikan.

“Ini adalah bentuk kekecewaan masyarakat. Jalan ini merupakan akses penting bagi warga, tetapi kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan. Bahkan sudah ada korban akibat kecelakaan yang dipicu kerusakan jalan,” ujar Irwan kepada media, Selasa (23/6/2026).

Irwan menegaskan, masyarakat Tapung, Tapung Hulu, dan Tapung Hilir merasa dianaktirikan dalam pembangunan infrastruktur, padahal kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah maupun negara.

“Kami taat membayar pajak dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara. Namun ketika masyarakat membutuhkan perhatian Pemerintah, khususnya terkait infrastruktur jalan, justru yang didapat adalah pembiaran. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” tegasnya.

Senada dengan itu, warga Tapung Hilir, Nefrizal Pili, menilai aksi gotong royong yang dilakukan masyarakat merupakan pesan keras kepada Pemerintah dan para Wakil Rakyat yang selama ini memperoleh dukungan suara dari masyarakat Tapung Raya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat belum menjadi prioritas.

“Aksi warga hari ini adalah tamparan keras bagi pemerintah dan para wakil rakyat. Ketika masyarakat harus memperbaiki sendiri jalan yang menjadi tanggung jawab negara, berarti ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” kata Nefrizal.

Ia juga mengingatkan sejumlah anggota legislatif yang sebelumnya pernah menyampaikan komitmen untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan di Tapung Raya.

“Kami masih menunggu realisasi janji penganggaran sekitar Rp10 miliar untuk perbaikan jalan di Tapung Raya. Jangan sampai janji itu hanya menjadi janji politik yang tidak pernah diwujudkan. Masyarakat butuh bukti nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak di wilayah Tapung Raya. Mereka menilai perbaikan sementara yang dilakukan secara swadaya hanyalah solusi darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Aksi gotong royong warga Tanjung Sawit ini kini menjadi simbol kegelisahan masyarakat atas lambannya penanganan infrastruktur di daerah mereka, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang merata masih menjadi harapan besar warga Tapung Raya.**

 

Laporan: Tim Redaksi

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER